Pak Prabowo.

Hallo, ya malam ini saya mau nulis tentang Pak Prabowo..

Ya, sebenernya di Indonesia ini ada beberapa tokoh yang saya kagumi misal aja Pak Prabowo, Pak Mahfud MD, Pak Hendropriyono, dst beliau mungkin beberapa tokoh yang saya kagumi karena ilmunya, pola pikirnya, pengalamanya, integritasnya, dst. Sehingga ya saya kagum karena beberapa aspek tersebut. Sebenernya banyak tokoh - tokoh lain, cuman saya sebut itu dulu aja ya. Karena kalo saya sebut semua nanti ndak cukup blog saya. Sehingga saya kira itu dulu aja & kali ini saya mau bahas tentang Pak Prabowo. 

Ya, disclaimer dulu ya, jadi tulisan saya kali ini sifatnya mungkin sekedar opini atau pendapat saya pribadi aja. Sehingga ya tentu apa yang saya tulis ini dari perspektif atau sudut pandang pribadi saya sebagai penulis.

Nah, kemudian gaya bahasa penulisan saya kali ini mungkin ndak terlalu formal. Sehingga kesanya biar lebih mengalir & natural aja. Kemudian jika ada beberapa hal yang tidak sesuai atau mungkin kurang berkenan, saya terbuka untuk koreksi atau revisi. Silahkan aja saya sangat terbuka untuk itu. Jadi barangkali ada yang tidak sesuai atau mungkin kurang berkenan, silahkan aja kontak saya misal perlu saya revisi atau koreksi.

Nah, kemudian disini saya ini posisinya sebagai orang bebas & independen. Saya bukan relawan, simpatisan, kader, & terafiliasi dengan partai politik tertentu. Sehingga tulisan saya kali ini mungkin sifatnya hanya sebatas penilaian pribadi saya sebagai rakyat biasa pada umumnya yang tidak terafiliasi dengan parpol tertentu. Sehingga boleh dong rakyat menyampaikan pendapat terhadap pemimpinya? Hehehe..

Nah, sehingga saya kira itu dulu disclaimer dari saya. Selebihnya mari masuk ke topik pembahasan.. 

Nah, kalo anda mau tau sosok pemimpin yang ideal & passionate dengan Indonesia, Pak Prabowo ini salah satu contohnya. Sehingga ya menurut saya beliau ini memenuhi kriteria dari sedikit konsep kepemimpinan yang pernah saya pelajari. Dengan kata lain, dari sedikit konsep kepemimpinan yang pernah saya pelajari, kriteria pemimpin yang baik, ya ada di dalam diri beliau..

Nah, sekarang apa aja kriterianya? Mari kita bahas satu per satu.. hehehe.. 

Ya, jadi salah satu ciri pemimpin yang baik adalah mengambil tanggung jawab. Hal ini bisa saya lihat dari beliau misal untuk case polemik Woosh kemarin. Beberapa waktu yang lalu, kita mungkin juga udah sama -  sama tau kalo ada polemik untuk case kereta cepat Woosh. Nah, ketika ada polemik tersebut, beliau langsung tampil & menyatakan akan bertanggung jawab. Nah, artinya beliau ini mau mengambil tanggung jawab atas polemik Woosh tersebut. Ya, idealnya pemimpin harus begitu. Ketika yang di bawah ini ribut - ribut, beliau segera muncul untuk mengambil keputusan bertanggung jawab untuk menyelesaikan polemik tersebut. Sehingga tidak jadi polemik berkepanjangan. Akhirnya polemik Woosh ndak sampe berkepanjangan. 

Nah, kemudian beliau ini salah satu pemimpin yang berani mengakui kesalahan & tidak segan untuk minta maaf. Kemudian tidak berhenti sampai di situ, tapi beliau juga berusaha untuk mencarikan solusinya. Ini menurut saya kapasitas pemimpin yang baik. Karena saya kira banyak juga pemimpin yang terlalu angkuh & susah sekali untuk mengakui kesalahan, minta maaf, & tidak bertanggung jawab. Kemudian malah menutupi kesalahan, melakukan pembenaran, kemudian tidak ada solusi & tanggung jawabnya. Kemudian kalo dia salah sebisa mungkin di tutup - tutupi, di poles, dempul, atau bahkan mungkin di manipulasi agar dia jadi benar. Nah, karakter pemimpin tersebut, saya lihat tidak ada di dalam diri Pak Prabowo. Sehingga kalo emang ada kesalahan, beliau berani mengakui itu, tidak segan untuk minta maaf, kemudian beliau berusaha untuk bertanggung jawab mencarikan solusinya. Sehingga ya problem solver, pemimpin yang mampu mencari & memberi solusi. 

Nah, untuk contohnya, misal aja untuk konteks atau case banjir di Sumatera, beliau mengakui kalo mungkin ada keterbatasan dalam penanganan banjir karena mungkin untuk mengatasi banjir, tentu butuh proses & waktu juga. Sehingga ketika beliau mungkin merasa masih belum optimal, beliau berani mengakui itu, tidak segan untuk minta maaf, & berusaha untuk mencarikan solusinya.. 

Nah, menurut saya kalo di lihat dari sudut pandang rakyat, rakyat ini sebenernya tau kalo mungkin seorang pemimpin ini punya keterbatasan. Kami sangat paham hal itu, cuman disini yang membedakan adalah bagaimana attitude atau sikap dari pemimpin tersebut. Ketika pemimpin tersebut berani mengakui kesalahanya, minta maaf, & berusaha untuk bertanggung jawab untuk mencarikan solusinya, ya kita jadi respek. Sehingga bagi rakyat ini yang terpenting adalah bagaimana sikap atau attitude dari pemimpin tersebut ketika menghadapi persoalan. Itu penting banget. 

Nah, kemudian dengan berani mengakui kesalahan, minta maaf, kemudian berusaha untuk bertanggung jawab mencari solusinya, itu sama sekali tidak mengurangi atau menjatuhkan harga diri atau kehormatan seorang pemimpin. Karena ya itu tadi, kita ini sebenernya juga sangat paham kalo pemimpin ini juga manusia yang jelas punya keterbatasan, tapi bagaimana attitude atau sikap dari pemimpin tersebut, itu yang membedakan kapasitas & kualitas dari seorang pemimpin tersebut. 

Nah, kemudian beliau ini tipikal pemimpin yang frontman. Artinya beliau ini pemimpin yang berada di barisan depan atau memimpin dari depan. Bukan tipikal boss yang suka mengeksploitasi atau memanfaatkan anak buah, tapi beliau maju sebagai pemimpin di barisan depan. Ya itu beda antara leader & boss.. 

Nah, kemudian beliau ini bisa melihat skala prioritas dari kebutuhan. Orang hidup yang paling utama itu masalah sandang, pangan, papan. Nah, beliau memahami itu, oleh karena itu, beliau menciptakan program MBG. Ya, meskipun menurut saya pribadi MBG ini program yang mungkin perlu di fokuskan lagi untuk siswa - siswa yang mungkin lebih membutuhkan. Sehingga ndak semua siswa, karena kalo siswanya mampu ya mungkin programnya kurang berjalan efektif & efisien dari segi sasaranya. Tapi sisi positif yang lain, itu program yang menggerakan perekonomian. 

Ya, kalo ada ndak setujunya ya di sampaikan juga dong, masa yang baik - baik aja kan ya gak mungkin juga. Karena di kira penjilat saya nanti. Ndak saya bukan tipikal orang yang seperti itu, kalo menurut baik ya bilang baik, kalo kurang baik atau mungkin kurang setuju, ya harus di sampaikan juga dong biar berimbang.. hehehe..

Nah, sehingga dari beberapa hal tersebut, menurut saya beliau ini punya kualitas & kapasitas kepemimpinan yang baik. Karena belum tentu yang jadi pemimpin itu punya kapasitas & kualitas yang baik, tapi di paksakan karena beberapa alasan tertentu. Nah, tapi kalo Pak Prabowo, saya melihat beliau punya kapasitas & kualitas sebagai seorang pemimpin yang baik. 

Nah, kalo passionate dengan Indonesia, ya mungkin dari pengalaman pribadi mulai dari latar belakang keluarga, karir, & karena faktor jaman kali ya. Karena beliau ini berasal dari latar belakang keluarga tokoh nasional yang terpandang. Kemudian beliau ini hidup di jaman ketika Indonesia baru aja merdeka. Kemudian ketambahan lagi beliau ini berkarir di dunia militer. Sehingga dari latar belakang keluarga, karir, & jaman, sangat support sekali dengan itu. Istilahnya beliau berada di dalam ekosistem yang mendukung untuk itu. Oleh karena itu, menurut saya dari ekosistem yang mendukung tersebut, hal tersebut membentuk beliau sehingga beliau ini passionate dengan Indonesia. 

Nah, kemudian bagi saya contoh pemimpin yang ideal ini ya seperti beliau. Karena beliau ini salah satu pemimpin yang mungkin sudah selesai dengan dirinya sendiri atau bahkan mungkin cenderung ke arah lebih - lebih. Oleh karena itu, mungkin saatnya beliau ini mengaktualisasikan nilai yang beliau yakini dengan berbuat untuk orang lain. Banyak orang yang beliau bantu dari kapasitas pribadi beliau. Sehingga ya idealnya ya emang seperti itu, pemimpin itu harus selesai dengan dirinya sendiri & beliau sudah ada di fase itu. Sehingga mau bantu orang ya enteng aja karena ya memang kapasitasnya ada..




Nah, kalo kita menggunakan pendekatan konsep piramida kebutuhan Abraham Maslow yang pernah sedikit saya bahas di tulsan saya sebelumnya, menurut saya beliau ini ada di fase puncak dari piramida kebutuhan tersebut. Sehingga ya ketika kebutuhan - kebutuhan yang di bawahnya sudah terpenuhi, maka seseorang itu kecenderunganya ingin untuk mengaktualisasikan diri berdasarkan value/nilai/ideologi yang diyakini. 

Nah, misal untuk contoh yang lain misal para filantropis, mereka adalah contoh orang - orang yang sudah berada di fase puncak konsep piramida kebutuhan tersebut. Sehingga ketika semua kebutuhan di bawahnya udah terpenuhi, kecenderunganya mereka pinginya aktualisasi diri. Ya, tentu bidang aktualisasi setiap orang beda², tergantung mereka passionate di bidang apa.. hehehe .

Nah, kemudian kalo pemimpin udah selesai dengan dirinya sendiri, biasanya lebih tahan godaan. Sehingga beliau bisa lebih independen dalam menentukan sikap. Tapi ya tergantung orangnya juga, kalo emang dasarnya culas & serakah ya berapapun gak pernah cukup juga. Tapi saya lihat beliau ini punya moral & value yang bagus. Sehingga ketika kekuasaan itu ada di tangan pemimpin yang punya moral & value yang bagus, kemudian dia sudah selesai dengan dirinya sendiri, yang ada adalah kebermanfaatan bagi rakyat yang di pimpinya. Bukan malah jadi bebanya rakyat untuk nutupi ulah pemimpinya. Kalo itu, bukanya jadi berkat malah jadi penyakit. Sehingga ya terbalik konsepnya..

Nah, tapi saya tidak melihat itu dalam diri beliau. Beliau sosok pemimpin yang sudah selesai dengan dirinya sendiri, punya moral & value yang bagus, kemudian ingin memberi manfaat ke orang lain lewat jalur pemerintahan..

Nah, saya kira cukup sekian dulu sedikit tulisan saya tentang beliau. Nanti kalo ada kesempatan saya nulis lagi dengan topik yang lain. Oke deh, sampai jumpa di tulisan saya selanjutnya, kurang lebihnya mohon maaf misal ada yang kurang berkenan. Kemudian semoga beliau di beri kesehatan, kekuatan, kesabaran, & keikhlasan dalam menjalankan amanah sebagai pemimpin. Aamiin..🙏

Salam..

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Review Sedikit Drama Dengan si "Bunga"

Dream Theater

Steve Vai