Review Sedikit Drama Dengan si "Bunga"

 

Hallo, ya malam ini saya mau nulis tentang Review Sedikit Drama Dengan si "Bunga"

Njir.. njir.. masih banyak yang bingung, ribet, & heboh soal ini ya? Hehehe.. 

Kemudian kayaknya ini topik yang hits banget & banyak yang bingung, penasaran, ribet, & heboh karena hanya fokus & terjebak dengan propaganda isu²nya ya? 

Nah, kalo anda termasuk orang tersebut, saya bahas lagi sedikit aja ya. Silahkan di baca sendiri & di baca sampe habis ya.. hehehe..

Ya, saya paham kalo mungkin masih banyak yang bingung, heboh, & ribet sendiri dengan case ini. Karena sebagian besar emang hanya fokus, terjebak, & tergiring dengan propaganda isu²nya aja tanpa tau inti permasalahan, substansi, konteks, & kronologinya gimana. 

Sehingga jadinya ya begitu, di giring isu A, ikut, B, ikut, C ikut. Begitu seterusnya.. 

Nanti bisa² saya di isukan mantanya Birtney Spears, Christina Perri, penyebab cuaca ekstrim, penyebab curah hujan tinggi, penyebab pemanasan global, penyebab angin muson barat, penyebab harga sarung & brambang goreng naik. Kemudian anda telan & ikut aja. Hehehe..

Nah, oleh karena itu, biar anda tidak hanya fokus, terjebak, & kegiring dengan propaganda isu²nya aja, kemudian agar anda tidak ikut heboh & ribet, tapi masih bingung & ndak ngerti apa yang di hebohkan & ribetkan, kemudian agar anda tidak di manfaatkan, di jadikan alat, di tunggangi, & di bentur²kan oleh propaganda isu²nya, pahami inti permasalahan, substansi, konteks, & kronologinya.

Karena dugaan saya untuk case saya kemarin ini emang ada nuansa atau motif politis di baliknya. Sehingga urusan yang sebenernya sepele, ndak ada artinya, bukan tindakan kriminal, masih dalam tahap normal, lumrah, wajar, & banyak di lakukan anak jaman sekarang, kesanya jadi heboh & ribet banget. Karena banyak banget manuver - manuver & propaganda isu - isunya..

Nah, tapi kalo anda sudah paham dengan inti permasalahan, substansi, konteks, & kronologinya, di puter - puter ya gitu - gitu aja intinya. Yang saya lakukan ini hanya & baru sebatas CHAT untuk KENALAN & NGAJAK KOMUNIKASI aja. Hanya & baru sebatas itu. 

Sehingga menurut saya, yang saya lakukan ini bukan tindakan kriminal, masih dalam tahap normal, wajar, lumrah, & banyak di lakukan anak jaman sekarang juga lah. Masa anak jaman sekarang atau anda sendiri, gak pernah melakukan hal yang sama? 

Saya kira anda sendiri atau anak jaman sekarang juga pernah melakukan hal yang sama dengan hal yang saya lakukan lah. Nah, oleh karena itu, yang saya lakukan ini saya kira masih dalam tahap normal, lumrah, wajar, & banyak di lakukan anak jaman sekarang.

Nah, kemudian kalo di banding sama maling sandal atau maling permen karet Rp. 500an, ya masih lebih parah maling sandal & maling permen karet Rp. 500an. Karena dia mencuri..

Lha kalo saya? Hanya & baru sebatas CHAT untuk KENALAN & NGAJAK KOMUNIKASI aja, ya itu urusan apa? Sepele & ndak ada artinya banget kan?

Nah, tapi gimana manuver² & isu² yang di hembuskan? Masif banget kan? Kemudian seperti ada yang mengolah & mengorkestrasi gitu kan?

Ya kalo di pikir pake pikiran normal, lha ya ngapain sih orang hanya & baru sebatas CHAT untuk KENALAN & NGAJAK KOMUNIKASI aja harus di perlakukan demikian? Kan ya gak perlu & terkesan atau cenderung berlebihan juga..

Nah, tapi yang terjadi adalah, dugaanya udah buanyak banget manuver² & propaganda isu²nya..

Nah, oleh karena itu, kuat dugaan saya untuk case kemarin ini emang ada nuansa politis di baliknya. Sehingga urusan yang sebenernya sepele, ndak ada artinya, masih dalam tahap normal, lumrah, wajar, & banyak di lakukan anak jaman sekarang, tapi dugaanya udah banyak banget isu² yang di hembuskan & manuver²nya. Seperti ada yang mengolah & mengorkestrasi gitu..

Nah, oleh karena itu, menurut keyakinan & kuat dugaan saya, untuk case kemarin ini emang dugaanya ada nuansa politis di baliknya. 

Ya bahasa gampangnya di politisasi atau di tunggangi, atau di tumpangi "kepentingan" gitu lah. Menunggangi, menumpangi, atau mempolitisasi urusan yang sebenernya sepele & ndak ada artinya..

Nah, kalo di lihat dari metode yang mereka gunakan,  mereka ini sedang menggunakan metode black campaign. Dengan tujuan untuk menyudutkan, mengkerdilkan, memframing, merusak, melemahkan, & membunuh karakter figur atau sosok tertentu.. 

Ya, untuk contoh gampangnya fenomena buzzer misal pas lagi pemilu gitu lah. Hoax & fitnah terhadap calon tertentu kan banyak banget tuh? Dengan tujuan untuk merusak, melemahkan, membunuh, menyudutkan, mengkerdilkan, karakter atau kredibilitas sosok tertentu agar dia tidak terpilih..

Nah, cara atau metode itu kurang lebih sama & di terapkan untuk case saya kemarin. Intinya kan ya sama aja. Di doxing, di framing, & di tuduh yang aneh - aneh & macem - macem. Gitu kan?

Nah, kenapa mereka menggunakan & menerapkan metode itu untuk case saya kemarin, ya udah saya bahas juga sebenernya di tulisan saya sebelumnya. Sehingga ya anda tinggal baca aja sebenernya.. Hehehe..

Nah, kenapa case seperti ini bisa terjadi? Ya kalo saya bilang kompleks banget ya. Erat kaitanya dengan sistem & orang di balik sistem tersebut..

Kemudian ketambahan lagi budaya literasi, daya nalar, kritis, kita yang masih rendah. Sehingga ya gampang banget di giring, di manfaatkan, di jadikan alat, di tunggangi, & di bentur²kan dengan propaganda isu²nya. Sehingga ya klop sudah.. hehehe..

Nah, oleh karena itu, bagi yang masih belum ngerti & bingung soal itu. Nih, tak kasi linknya. Pahami inti permasalahan, substansi, konteks, & kronologinya biar anda ngerti, ndak bingung, & hanya fokus & terjebak dengan propaganda isu - isunya. Kemudian silahkan di ulangi & baca sendiri aja..


Nah, oleh karena itu, saya jarang bahas masalah ini ya karena ya males & bosen aja. Karena paling yang di ribetkan ya hal - hal itu aja misal soal janji, data, makan, dst. Ya ndak?

Nah, hal² itu semua kan udah saya bahas di tulisan saya sebelumnya. Sehingga ya tinggal baca aja sebenernya. 

Nah, sehingga sebagian besar dari mereka ya hanya mengulang² hal² yang sama & udah saya bahas semua di tulisan saya sebelumnya, kemudian bagi yang masih ribet & heboh soal itu, ya artinya dia belum baca atau udah baca tapi belum paham aja..

Sehingga ya masalahnya itu ndak ngerti inti permasalahan, substansi, konteks, & kronologinya, tapi udah terjebak dengan propaganda isu - isunya, karena belum baca atau udah baca tapi belum paham. 

Oleh karena itu, agar anda paham inti permasalahan, substansi, konteks, & kronologinya, kemudian agar anda tidak hanya terjebak dengan propaganda isu - isunya aja, kemudian agar anda tidak di manfaatkan, di jadikan alat, atau di tunggangi, kemudian di bentur - benturkan dengan propaganda isu - isunya, silahkan di baca sendiri aja..

Nah, kemudian baca tulisan saya yang lain juga & yang mungkin berkaitan dengan itu agar anda memiliki pemahaman yang baik & utuh. 

Intinya baca aja & pahami inti permasalahan, substansi, konteks, & kronologinya aja lah. Gak ada yang rumit. Manuver, asumsi, spekulasi, & propagandanya aja yang seolah² buat urusan ini jadi rumit..

Tapi kalo anda paham inti permasalahan, substansi, konteks, & kronologinya, ya gak ada yang rumit. Di puter² ya itu² aja intinya..

Ya bukan menyepelekan atau gimana sih, tapi ya emang ini urusan gampang, sepele, & ndak ada artinya. Sehingga ya gak guna merumitkan atau ruwet dengan urusan yang sepele & ndak ada artinya..

Nah, kalo masih jadi polemik & anda masih ribet soal itu gimana? 

Ya cara paling gampang & bodohnya kan ya udah konfirmasi & klarifikasi langsung aja..

Jangan tanya orang lain atau minta pendapat, opini, perspesi, atau asumsinya dia. Karena yang namanya pendapat, persepsi, opini, & asumsi itu ada faktor atau bumbu - bumbu sisi subyektif dari orang tersebut. Sehingga ada potensi degradasi informasinya. 

Ya kalo yang di tanya itu orang yang punya kapasitas, obyektif, & ndak ada tendensi apa - apa. Kalo ada tendensi apa - apa? Ya potensi degradasi itu tetap ada sesuai dari sisi subyektifnya dia..

Ya, saya kasi contoh misal anda tanya gimana rasanya soto ke orang yang gak suka soto. Ya jelas dia bilang gak enak, wong dia gak suka soto. Kalo dia suka soto, ya jelas dia bilang enak.. 

Nah, oleh karena itu, yang namanya pendapat, opini, asumsi, atau persepsi, itu ada bumbu - bumbu sisi subyektif tergantung dari subyeknya..

Nah, yang di lakukan mereka kan gitu, gak pernah komunikasi sendiri secara langsung, kemudian tanya² ke orang lain atau bahkan nyuruh foto orang lain juga. Ya ndak? 

Kemudian yang di tanyai ya begitu juga. Sehingga ya udah klop sudah..

Nah, oleh karena itu, jangan di kira saya ndak ngerti, saya ngerti kalo mereka melakukan itu & saya juga punya gambaran kok siapa aja orangnya.. hehehe.. 

Siapa aja yang di manfaatkan & jadikan alat oleh mereka..

Ya kalo saya bilang mereka cuman di manfaatkan atau di jadikan alat aja lah. Tapi sebenernya mereka juga ndak ngerti kalo mereka hanya di manfaatkan & jadikan alat aja untuk kepentingan personal/pribadi seorang oknum... 

Karena mereka ndak ngerti inti permasalahan, substansi, konteks, & kronologinya gimana, ndak ngerti bedanya urusan personal/pribadi, ndak ngerti bedanya antara oknum & institusi, & ndak ngerti kriteria atau klasifikasi jenis - jenis "rahasia ini itu". Kemudian kalo liat orang pake "seragam" kesanya gimana gitu ya. Ya ndak?

Nah, oleh karena itu, saya tau mereka ini gampang banget di manfaatkan & jadikan alat untuk kepentingan personal/pribadi seorang oknum, karena ya mereka ndak ngerti & bisa bedakan soal itu..

Nah, oleh karena itu, kalo dapat isu aneh², konfirmasi atau klarifikasi langsung aja. Anda dapat isu apa, dapat darimana, dst ya udah tinggal konfirmasi aja..

Kan dari awal & dari dulu saya malah senang & sama sekali keberatan untuk itu.. 

Nah, kemudian yang keberatan untuk terbuka juga siapa? 

Kenapa keberatan & alasanya apa? Apa karena kuatir manuver²nya terbongkar? Itu semua kan anda ya udah sama² tau sendiri juga. Ya ndak?

Nah, kalo mereka ngeklaim "rahasia ini itu", ya saya kira itu dalih/alasan yang gak masuk juga lah.. 

Karena kalo di lihat dari kontenya, masa iya "rahasia ini itu" isinya gosip/ghibahan aja? 

Sejak kapan gosip/ghibah di kategorikan atau klasifikasikan jadi "rahasia ini itu"? 

Sehingga ya gak masuk juga lah kalo mereka menggunakan dalih "rahasia ini itu" untuk menutupi sebuah konten yang isinya cuman gosip/ghibahan aja..

Karena semua ya udah ada ketentuan, klasifikasi, & kategorinya. Sehingga gak masuk & gak bisa juga asal²an atau sembarangan mengatasnamakan atau menggunakan dalih "rahasia ini itu".

Nah, oleh karena itu, saya kira mengatasnamakan & menggunakan dalih "rahasia ini itu", itu cuman salah satu bentuk penyalahgunaan wewenang & akal²an mereka aja untuk menutupi ulah & manuver mereka..

Oleh karena itu, jangan terlalu gampang di tipu & bodohi lagi dengan penggunaan dalih "rahasia ini itu". 

Karena semua ya udah ada ketentuan, klasifikasi, & kategorinya. Di lihat dulu konten & konteks permasalahanya gimana.. 

Gak bisa sembarangan & ngasal aja mengatasnamakan atau menggunakan dalih "rahasia ini itu"..

Nah, kalo masih ada polemik soal ini gimana? 

Ya kalo masih ada yang berpolemik soal ini, cara paling gampang & bodohnya kan ya udah tinggal konfirmasi & klarifikasi langsung aja..

Toh dari awal saya juga malah seneng & ndak keberatan soal itu juga. Kemudian anda juga tau sendiri, yang keberatan soal itu juga siapa? Ya ndak? 

Kenapa mereka sampe sekarang gak berani terbuka, itu kan jadi tanda tanya besar juga. Kalo emang ndak ada apa² ya ngapain juga sih kuatir untuk terbuka? Ya ndak? 

Apa emang ada sesuatu yang ndak bener & ingin di sembunyikan, sehingga mereka kuatir banget untuk terbuka?

Karena biasanya gitu, kalo ada yang ndak bener kuatir banget untuk terbuka di depan. Biasanya. Ya ndak? 

Nah, oleh karena itu, kalo masih terjadi polemik, cara paling gampang & bodohnya ya udah tinggal konfirmasi & klarifikasi langsung aja. Anda dapat isu apa & dari siapa ya udah tinggal konfirmasi & klarifikasi langsung aja..

Gampang banget kok sebenernya. Pake cara paling gampang & bodoh aja udah bisa. Gak perlu pake cara yang aneh², ribet, & ruwet banget kayaknya. 

Nah, kemudian nanti saya di bilang menjebak, lha ini piye to? 

Kan dari awal kan saya udah kasi saran, kalo gak perlu jadikan urusan ini jadi konsumsi publik. Dari awal kan saya udah kasi saran & nyampaikan gitu juga.. 

Nah, tapi yang nglanggar saran saya tersebut & menjadikan urusan ini jadi konsumsi publik juga siapa?

Nah, sehingga ya gak bisa juga kalo saya di bilang menjebak. Karena dari awal saya udah kasi saran & sampaikan kalo ndak perlu menjadikan urusan personal/pribadi jadi konsumsi publik. Tapi akhirnya jadi konsumsi publik juga karena si "bunga" sendiri yang melanggar saran saya dari awal..

Nah, sehingga urusan ini akhirnya jadi konsumsi publik, salah satu penyebabnya ya gara - gara si "bunga" sendiri yang melanggar saran saya dari awal untuk tidak menjadikan urusan ini jadi konsumsi publik..

Nah, kemudian selama ini kan saya juga aktif kasi masukan mereka & mereka juga pake itu. Kemudian saya juga gak pernah di bayar, gaji, atau apapun itu. Nah, tapi kok saya malah di perlakukan sebaliknya ya?

Ya bukanya gimana², kalo emang gak bisa menghargai, gaji, atau apalah itu, setidaknya ya jangan memperlakukan sebaliknya lah..

Lha kalo ini ndak, saya udah aktif kasi masukan ke mereka, mereka juga pake itu, semua gratis, cuma², kemudian saya gak pernah di gaji, di bayar, & gak ada apa², lha kok malah di perlakukan sebaliknya..

Makanya kadang saya juga merasa & mikir, lho kok saya ini malah kayak di eksploitasi & jajah sama "orang sendiri" ya?

Padahal saya juga aktif kasi saran ke mereka, mereka pake itu, saya gak pernah di gaji, bayar, atau apa, Kemudian saya juga gak pernah melakukan tindakan & ada catatan kriminal apapun juga, kok malah di perlakukan sebaliknya ya?

Nah, kemudian ini udah terjadi sejak tahun 2019 sampe saya menulis tulisan saya kali ini. Coba bayangkan & hitung, udah berapa tahun coba? Udah 6 tahun bos..

Nah kalo anda yang di perlakukan seperti itu gimana? Kok saya gak yakin anda mampu & ujung - ujungnya ya pasti belok juga. Ya ndak? hehehe..

Nah, oleh karena itu, dari case kemarin, anda ya udah sama - sama tau sendiri juga perlakuan mereka gimana. 

Ya udah banyak yang tau & udah jadi rahasia umum juga lah perlakuan mereka gimana. Ya ndak? 

Nah, oleh karena itu, saya ndak doyan, karena ya bodoh sekali saya misal udah tau di perlakukan demikian, gak ada manfaat yang saya terima, & yang ada hanya mudhorotnya, tapi saya masih doyan..

Bodoh sekali ketika saya udah di perlakukan seperti itu, tapi saya masih menghabiskan waktu, energi, & pikiran untuk itu.. 

Iya kalo 1 minggu, bulan, tahun, gk masalah. Lha kalo terus²an & untuk case ini udah terjadi sejak 2019? Ya bodoh sekali ketika saya melakukan itu..

Nah, oleh karena itu, menjaga kewarasan, nalar, & akal sehat itu penting agar tidak terlalu bodoh dengan melakukan hal² itu..

Gitu nanti mereka bisa aja masih bilang, egois, mementingkan diri sendiri, tidak berjuang demi "ini itu", ya saya bilang N.D.A.S.M.*..

Ya yang waras & realistis aja bos. Gak usah terlalu naif. Kalo di kembalikan ke anda sendiri, anda mau ndak? Buang waktu, energi, & pikiran, tapi anda cuman di manfaatkan, eksploitasi, gak di hargai, gaji, bayar, kemudian malah di perlakukan sebaliknya. Di doxing, framing, dsb..

Ya anda pasti mikir & ndak mau juga lah. Selama anda masih bisa berpikir normal & waras, ya saya kira anda pasti ndak mau & akan merespon hal yang sama juga lah. Ya ndak? 

Nah, oleh karena itu, sehingga pada dasarnya ya sama aja. Ndak perlu terlalu naif & realistis aja..

Nah, oleh karena itu, untuk case kemarin ini parah banget lah, gak ada enak & manfaatnya. Lebih banyak mudhorotnya. Toxic & penyakit banget lah..

Nah, ini belum saya buka yang lain - lain, kalo saya buka yang lain - lain, selama anda masih waras & bisa berpikir normal, ya anda paling ndak mau juga lah.. hehehe..

Nah, tapi ndak usah lah, saya bukan tipikal orang yang suka cari - cari & buka aib orang lain untuk menjatuhkan, merendahkan, mengkerdilkan, & menyudutkan agar terlihat lebih tinggi, mulia, atau biar orang lain hormat ke kita lah. Saya bukan tipikal yang seperti itu.

Saya masih ngerti adab, sopan santun, & etika juga lah. Ndak seperti mereka.. hehehe..

Oleh karena itu, saya gak mau ikut² gosip, ghibah, atau propaganda orang lain seperti mereka. Karena nanti orang kan lama² akan tau sendiri juga.. hehehe..

Nah, kemudian saya ini sebenernya males & bosan untuk bahas masalah ini. Karena di puter² intinya ya itu² aja. Kemudian saya ya udah ngulang² berapa kali juga. Oleh karena itu, saya males sebenernya bahas masalah ini. 

Nah, cuman kok asumsi & spekulasinya tambah liar ya? Kemudian kok kesanya saya seperti di sudutkan ya. Oleh karena itu, ya udah saya bahas lagi aja...

Sehingga kalo anda kedepan masih kepo atau kepingin tau pandangan & sikap saya gimana, ya udah tinggal baca aja..

Jangan suka berasumsi atau berspekulasi sendiri. Karena udah jelas & saya bahas semua..

Kemudian yang paling penting, sadar & waras². Karena kalo anda gak sadar & terjebak dengan propaganda isu²nya, ya begitu nanti. Di bilang saya penyebab pemanasan global, curah hujan tinggi, angin muson barat, anda telan aja lagi.. 

Makanya sadar & waras², jangan asal telan aja propaganda isu yang gak jelas, aneh², & banyak banget macemnya..

Oke deh, saya kira cukup sekian dulu tulisan saya kali ini. Selebihnya silahkan di baca sendiri aja..

Salam..

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Dream Theater

Steve Vai